Cerita Menegangkan Korban Selamat dalam Kecelakaan Maut di Ciloto Ini Bikin Merinding!
Darmawan (60) adalah salah satu penumpang bus yang selamat dalam kecelakaan di Ciloto, Puncak, Jawa Barat. Darmawan mengungkapkan, sebelum kejadian, sopir beserta kondektur sempat mengumumkan kepada penumpang bahwa rem bus blong.
"Begitu dapat informasi bus rem blong saya langsung kasih tahu rekan-rekan di belakang agar mereka siap-siap menghadapi segala kemungkinan karena memang dari Puncak Pass juga sudah kerasa sopir kesulitan nginjak rem. Saya nggak panik, biasa aja satu bus saya minta untuk berpegangan ke jok depan," ungkapnya saat ditemui detikcom di Pos Polisi 2 Cepu, Ciloto, Jawa Barat, Minggu (30/4/2017)
Begitu bus meloncat ke jurang, penumpang yang berjumlah kurang lebih 30 orang dalam keadaan berpegangan. "Saya terus teriak berulang-ulang siap-siap gitu ke teman-teman di belakang," lanjutnya.
Begitu bus jatuh, Darmawan dalam kondisi tergencet jok penumpang. Dia sempat mendengar rintihan teman-temannya di belakang.
"Saya heran, mungkin karena kejadiannya begitu cepat tahu-tahu datang warga dan anggota polisi datang dan langsung menarik saya keluar, saya dibawa ke rumah sakit naik kendaraan polisi," sambung Darmawan.
Sementara itu, keterangan yang diberikan Rianti, salah seorang anggota KPPS Kebayoran Lama yang ikut dalam rombongan, menyebut ada dua bus rombongan yang berangkat dari Jakarta. Rianti posisinya berada di Bus pertama yang sudah sampai di lokasi wisata Taman Cibodas.
"Ada dua rombongan, bus saya sudah lebih dulu tiba di lokasi wisata. Saya mendengar informasi bus kedua kecelakaan dari grup whatsapp," terang Rianti.
Menurutnya jumlah keseluruhan yang ikut berwisata ada 93 orang dan di bus yang mengalami kecelakaan ada 30 orang. "Ada yang telat datang terus naik mobil pribadi nyusul, kami anggota KPPS namun ada juga dari RT dan RW yang ikut," tutupnya.
Pengakuan Warga: Ada Bola Api Terbang dan Tangisan Wanita Sebelum Terjadi Kecelakaan Maut Puncak
Mak Acih (78) warga sekitar lokasi mengatakan, insiden kecelakaan maut bukan pertama kali dilihatnya selama berjualan sekitar 25 tahun itu.
Menurutnya, kecelakaan yang terjadi disekitar Desa ciloto, Kecamataan Cipanas, Cianjur ini selalu memakan korban jiwa.
"Saya mah sering ngelihat orang ketabrak sampai meninggal di sini, biasanya itu kalau beres kejadian suka ada yang ngetok-ngetok pintu warung," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (30/4/2017).
Mak Acih juga menceritakan saat sehari sebelum kejadian ada hal aneh yang tak lazim dilihat dan dengarnya.
Menurutnya, pada malam jumat sekitar pukul 01.00 WIB ia dan cucunya melihat bola api terbang di sekitar lokasi kecelakaan mengarah ke kebun lokasi bus maut masuk jurang.
Kemudian, pada hari Minggu (30/4/2017) sekitar pukul 03.00 WIB, Mak Acih kembali dikejutkan dengan suara tangis seorang wanita tepat di sekitar warungnya.
"Suaranya kedengarannya sedih banget, saya mau masak nasi sampai enggak jadi karena takut," kata dia.
Ia melanjutkan, lokasi di sekitar tempat berjualannya memang dikenal cukup angker.
Bahkan, kata dia, pernah ada pengendara sepeda motor yabg tiba-tiba jatuh dan langsung kerusupan makhluk halus.
"Makannya kalau emak ini setelah beres biasanya langsung kirimin doa walaupun enggak tau namanya, biar arwahnya pada tenang," tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, terjadi kecelakaan maut di sekitaran puncak, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Cianjur antara bus pariwisata dengan sejumlah kendaraan lain, Minggu (30/4/2017).
Informasi sementara korban tewas sebanyak 13 orang, lima orang luka berat dan 42 orang lainnya luka ringan.
"Begitu dapat informasi bus rem blong saya langsung kasih tahu rekan-rekan di belakang agar mereka siap-siap menghadapi segala kemungkinan karena memang dari Puncak Pass juga sudah kerasa sopir kesulitan nginjak rem. Saya nggak panik, biasa aja satu bus saya minta untuk berpegangan ke jok depan," ungkapnya saat ditemui detikcom di Pos Polisi 2 Cepu, Ciloto, Jawa Barat, Minggu (30/4/2017)
Begitu bus meloncat ke jurang, penumpang yang berjumlah kurang lebih 30 orang dalam keadaan berpegangan. "Saya terus teriak berulang-ulang siap-siap gitu ke teman-teman di belakang," lanjutnya.
Begitu bus jatuh, Darmawan dalam kondisi tergencet jok penumpang. Dia sempat mendengar rintihan teman-temannya di belakang.
"Saya heran, mungkin karena kejadiannya begitu cepat tahu-tahu datang warga dan anggota polisi datang dan langsung menarik saya keluar, saya dibawa ke rumah sakit naik kendaraan polisi," sambung Darmawan.
Sementara itu, keterangan yang diberikan Rianti, salah seorang anggota KPPS Kebayoran Lama yang ikut dalam rombongan, menyebut ada dua bus rombongan yang berangkat dari Jakarta. Rianti posisinya berada di Bus pertama yang sudah sampai di lokasi wisata Taman Cibodas.
"Ada dua rombongan, bus saya sudah lebih dulu tiba di lokasi wisata. Saya mendengar informasi bus kedua kecelakaan dari grup whatsapp," terang Rianti.
Menurutnya jumlah keseluruhan yang ikut berwisata ada 93 orang dan di bus yang mengalami kecelakaan ada 30 orang. "Ada yang telat datang terus naik mobil pribadi nyusul, kami anggota KPPS namun ada juga dari RT dan RW yang ikut," tutupnya.
Pengakuan Warga: Ada Bola Api Terbang dan Tangisan Wanita Sebelum Terjadi Kecelakaan Maut Puncak
Mak Acih (78) warga sekitar lokasi mengatakan, insiden kecelakaan maut bukan pertama kali dilihatnya selama berjualan sekitar 25 tahun itu.
Menurutnya, kecelakaan yang terjadi disekitar Desa ciloto, Kecamataan Cipanas, Cianjur ini selalu memakan korban jiwa.
"Saya mah sering ngelihat orang ketabrak sampai meninggal di sini, biasanya itu kalau beres kejadian suka ada yang ngetok-ngetok pintu warung," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (30/4/2017).
Mak Acih juga menceritakan saat sehari sebelum kejadian ada hal aneh yang tak lazim dilihat dan dengarnya.
Menurutnya, pada malam jumat sekitar pukul 01.00 WIB ia dan cucunya melihat bola api terbang di sekitar lokasi kecelakaan mengarah ke kebun lokasi bus maut masuk jurang.
Kemudian, pada hari Minggu (30/4/2017) sekitar pukul 03.00 WIB, Mak Acih kembali dikejutkan dengan suara tangis seorang wanita tepat di sekitar warungnya.
"Suaranya kedengarannya sedih banget, saya mau masak nasi sampai enggak jadi karena takut," kata dia.
Ia melanjutkan, lokasi di sekitar tempat berjualannya memang dikenal cukup angker.
Bahkan, kata dia, pernah ada pengendara sepeda motor yabg tiba-tiba jatuh dan langsung kerusupan makhluk halus.
"Makannya kalau emak ini setelah beres biasanya langsung kirimin doa walaupun enggak tau namanya, biar arwahnya pada tenang," tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, terjadi kecelakaan maut di sekitaran puncak, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Cianjur antara bus pariwisata dengan sejumlah kendaraan lain, Minggu (30/4/2017).
Informasi sementara korban tewas sebanyak 13 orang, lima orang luka berat dan 42 orang lainnya luka ringan.

0 Response to "Cerita Menegangkan Korban Selamat dalam Kecelakaan Maut di Ciloto Ini Bikin Merinding!"
Post a Comment